Merayakan “Paralaks”, Merapalkan Asa: Di Intimate Showcase Album Terbaru Surgir, 22 Desember 2023

Achmad Nirwan

23 Desember 2023

Foto: Ai Wajdi

“Bukan spesies terkuat yang bertahan hidup, bukan pula yang paling cerdas, tetapi yang paling responsif terhadap perubahan.” - Charles Darwin


Pancaroba tak menentu di sepanjang tahun 2023 turut memberi pengaruh signifikan dalam aktivitas peraduan nasib. Di tengah kemarau panjang dan musim penghujan yang baru mulai di penghujung tahun, pemadaman listrik kerap terjadi lalu kebutuhan air bersih tak tercukupi begitu menghiasi aktivitas kaum pekerja seperti saya dan bisa jadi beberapa insan pekerja kreatif. Belum lagi mesti membayar tunggakan setiap bulan di tengah pendapatan yang tak seberapa.

Meski begitu, saat dunia dipacu pergerakan informasi yang berganti setiap detik. guyuran perihal musik alih-alih tetap kuat menebalkan maupun menguatkan ketika “badai” masih menerpa. Pasca pandemi COVID-19 di penghujung 2022, beragam perhelatan musik tampak semakin rutin dihelat tanpa adanya kewajiban protokol kesehatan. Di tahun 2023 sendiri, saya memantau langsung ramainya perhelatan skala micro gigs hingga sekelas festival.

Salah satunya yaitu “Paralaks/Intimate Showcase” yang digelar oleh kuintet instrumental post rock Surgir asal Makassar menjadi bagian dari perjalanan panggung musik di Makassar jelang akhir tahun ini. Digelar pada 22 Desember 2023 di White House yang terletak Jl. Jend. Sudirman, Surgir mengajak kolega musiknya yaitu kuintet ToD (yang menyingkat namanya dari Theory of Discoustic) yang beremfasis pada musik tradisi dan Wira dari Bleak yang mengunakan 404 sebagai moniker (nama panggung) .

“Paralaks/Intimate Showcase” yang diumumkan di awal Desember 2023 lalu jelas menjadi “perpanjangan nafas” karya-karya terbaru Surgir yang termuat dalam mini album “Paralaks”. Judul albumnya yang cukup unik dan mengambil istilah astronomi ini memuat 5 lagu baru yaitu “Cerah”, “Sambekala”, “Hujan”, “Petrikor” dan “OPC-34712”. 

Sebelum album terbarunya, Surgir yang terbentuk tahun 2012 termasuk band yang rajin merilis karya sejak hadirnya album perdana “Lihat Temu” di tahun 2019. Ditambah lagi, ketika merilis single “Rumah” (2021), Nying Nying (2022) dan Nyiur Melambai (2022), kuintet Surgir semakin solid dengan hadirnya Raka yang menggantikan Faizal di posisi drum untuk mengisi lagu-lagu tersebut. Lalu, kehadiran Apo’⸺saya sempat menyaksikan sang gitaris tampil dengan Surgir di acara Rasa & Suara di pertengahan tahun 2023 ini, turut menguatkan bunyi departemen gitar yang begitu klop diisi Armando dan Febrizal.

Saya beruntung bisa hadir menyaksikan “Paralaks/Intimate Showcase” di tengah beragam problema pribadi yang mendera. Lagi-lagi karena kecintaan dengan musik dan penasaran dengan karya-karya terbarunya Surgir. Syukurnya, di kala Maghrib cuaca semesta juga mendukung suasana hati. Selepas mengantar istri yang mesti berangkat kerja ke Bulukumba, saya pun menuju lokasi berlangsungnya acara.

Ketika tiba di White House Jl. Jend. Sudirman, sudah tampak beberapa karib lama juga turut hadir ingin menyaksikan Surgir. Di antaranya yaitu Ai Wajdi, fotografer yang pernah menjadi rekan kerja saya. Beliau termasuk salah satu inisiator StageID Makassar yang memotret beragam foto panggung yang ciamik. Beberapa gambar fotonya dari pertunjukan “Paralaks/Intimate Showcase” bisa disaksikan selengkapnya di Instagram @pmancardotcom.

Setelah reuni sekejap dengan karib lama, saya lalu menuju meja registrasi untuk mendaftar keperluan liputan acaranya. Di sekitaran meja registrasi pun tampak beberapa rilisan merchandise dari Surgir maupun beberapa band lainnya yang dihadirkan oleh MMC Merch yang legendaris di Makassar. Vinyl album La Marupe’ dari ToD juga tampak di tengah rilisan CD dan baju band official yang dominan.

Karena ini menjadi yang pertama bagi saya, lokasi pertunjukan “Paralaks/Intimate Showcase” ternyata berada di dalam ruangan yang cukup komprehensif untuk menghelat pertunjukan skala mikro menengah. Sebelum memasuki pintu masuk utama, pengunjung disajikan visual mapping yang ciamik memuat beragam artwork dari album “Paralaks”. Terkhusus artwork album utama yang cukup menggambarkan makna dari paralaks itu sendiri.

Berpindah ke ruangan pertunjukan, jika merujuk dari susunan acara yang dibagikan, semestinya 404 a.k.a Wira sudah tampil sejak 19.15 WITA. Namun, penampilannya baru dimulai ketika jarum jam besar menuju angka delapan. Dengan racikan musik elektroniknya, 404 mulai memanggil audiens yang ada di luar untuk menyaksikan penampilannya.